Bakar Bendera, FPDIP DPR Minta Jangan Bawa Konflik Timur Tengah ke Indonesia

Senin, 29 Juni 2020 | 19:07 WIB
Share Tweet Share

Tagar IndonesiaTerserah, DPR Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Covid-19

JAKARTA, SUARAPEMRED -  Terkait dengan demonstrasi RUU-HIP (Haluan Ideologi Pancasila) yang berujung pada pembakaran bendera PDI Perjuangan dan upaya mendelegitimasi Bung Karno, hal itu jangan sampai memecah belah.bangsa. jangan bawa Suriah ke Indonesia.

"Jangan sampai ada upaya memecah belah bangsa dan mengadu domba umat Islam dengan kelompok nasionalis. Bendera itu simbol kehormatan dan jati diri. Saya yakin orang-orang yang melakukan aksi provokasi itulah yang membawa bendera PKI dan membakarnya bersama bendera PDI Perjuangan. Mereka itulah yang memiliki aksi tersembunyi," demikian anggota DPR FPDIP Muchamad Nabil Haroen, Senin (29/6/2020). 

Karena itu kata Gus Nabil - sapaan akrab anggota Komisi IX DPR itu, berharap pihak kepolisian harus berani menangkap para provokator tersebut.

"Nahdliyyin dan kelompok Soekarnois itu saudara. Keduanya sama-sama berjuang mendirikan Republik Indonesia. Karena itulah mengapa Bung Karno sangat dekat dengan NU, demikian halnya PDI Perjuangan. Bung Karno juga mendapat pengukuhan dari NU sebagai waliyyul amri ad-dharuri bis-syaukah. Yakni, pemimpin negara di masa transisi yang punya legitimasi untuk memimpin bangsa," jelas Gus Nabil.

Selain itu, Bung Karno juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Islam melalui Konferensi Islam Asia Afrika pada 6-14 Maret 1965 di Bandung. Tanpa dukungan, Bung Karno tidak akan ditemukan makam Imam Buchori di kawasan Uzbekistan, yang saat itu berada di wilaya Soviet yang dipimpin Nikita Krushchev. Bung Karno banyak membantu kemerdekaan bangsa Islam seperti Aljazair, Palestina, dan kemudian juga pembela kemerdekaan Pakistan. 

"Jadi, jangan sampai ada yang memutar balikkan sejarah. Kalau mereka terus memecah belah bangsa, mereka melawan demokrasi dan konsesus kebangsaan, harus ada tindakan tegas melawan itu," ujarnya.

Apalagi lanjut Nabil, sampai mengimpor konflik Timur Tengah ke Indonesia. Sebab, ada sekelompok orang yang meniru cara-cara devide at impera. Kita tahu, HTI telah dibubarkan di banyak negara, termasuk mayoritas negara Islam. Di belakang HTI ada kepentingan asing yang menyamar menggunakan agama. 

"Jadi, yang harus kita lawan intrik politik dari HTI. Waspadai partai dan kelompok tertentu yang menggunakan narasi, simbol dan manuver intrik politik dari HTI," tambahnya.

Menurut Gus Nabil,  kelompok Soekarnois dan PDI Perjuangan telah menunjukkan komitmennya bersama Nahdlatul  Ulama, terbukti dengan gerakan bersama wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin yang berasal dari NU. "Ibu Megawati juga sangat membela Palestina dan menolak keras aksi unilateral Amerika Serikat terhadap Irak. Kita harus melihat catatan sejarah bangsa ini secara komprehensif," pungkas  Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa NU itu.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar