Pakar: Elit Politik Seharusnya Jadi Mediator Antar Tokoh

Jumat, 26 Juni 2020 | 14:27 WIB
Share Tweet Share

Lely: Elit Politik Seharusnya Jadi Mediator Antar Tokoh

JAKARTA, SUARAPEMRED - Pakar komunikasi politik dari Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Lely Arrianie berharap elit politik menjadi mediator antara tokoh di pemerintah dan di luar pemerintah. Berada di tengah-tengah dan aktif membantu pemerintah untuk menyelesaikan persoalan bangsa ini.

Termasuk ketika ada polemik terkait RUU HIP (Haluan Ideologi Pancasila), bukannya malah memperuncing masalah, melainkan mencari solusi dengan mengedepankan dialog dan musyawarah bersama. “Bukannya makin memperkeruh masalah,” tegas Lely, Jumat (26/6/2020).

Lely menyontohkan sosok mantan Ketua MPR RI Taufiq Kiemas (2009–2014) yang bisa diterima oleh lawan maupun kawan. Karena itu, saat wafat pada 8 Juni 2013 semua merasa kehilangan. “Elit politik yang sudah sepuh dan tak lagi memimpin rakyat sebaiknya menjadi media yang berada di tengah-tengah untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat,” tutur Lely lagi. 

Ia sangat prihatin dengan demo RUU HIP di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Rabu (24/6) lalu, yang  membawa mendorong MPR RI menggelar sidang istimewa untuk menjatuhkan Presiden Jokowi. Padahal, RUU HIP itu merupakan inisiatif DPR, lalu menolak RUU HIP, tapi tuntutannya tidak nyambung.

Lebih memprihatinkan lagi pendemo menyandingkan RUU HIP dengan PKI. Menurut Lely, itu politik dipastikan by design, bukan by eccident dan ada target-target politik tertentu. “Kalau mereka selama pilpres mendukung Prabowo, dan Prabowo sudah damai dengan Jokowi, tapi yang ditarget Jokowi, berarti selama ini mereka tidak mendukung Prabowo. Tapi, orang di belakangnya,” jelas Lely. 

Lalu siapakah para elit dan tokoh tersebut, kata Lely tentu orang-orang yang merasa terancam secara politik dan ekonomi jika Jokowi sukses memjmpin bangsa ini. “Jadi, mereka tak ingin Jokowi sukses memimpin bangsa ini,” pungkasnya.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar