DPR Desak Pemerintah Serahkan Konsep Ibu Kota Baru

Jumat, 23 Agustus 2019 | 13:44 WIB
Share Tweet Share

Wakil Ketua Komisi II DPR Herman Khaeron, DPR Desak Pemerintah Serahkan Konsep Ibu Kota Baru

JAKARTA, SUARA PEMRED - Meski sudah menjadi dan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal pemindahan ibu kota administratif dari Jakarta ke Kalimantan, namun harus dibahas bersama DPR RI. Karena itu, DPR meminta pemerintah mengajukan konsep ibu kota dimaksud ke DPR.

“Kami minta pemerintah terlebih dahulu mengajukan konsep pemindahan ibu kota secara terbuka kepada DPR RI. Sebab, meski sudah ramai diberitakan dan menjadi konsumsi publik, prosesnya tetap bersama DPR,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron.

Sementara itu, DPR RI belum menerima selembar surat apapun terkait rencana pemerintah memindahkan ibu kota tersebut.

"Pemerintah harus mengajukan konsep pemindahan ibukota dahulu ke DPR, lalu dibahas. Itu proses yang benar, karena kebijakan itu harus ditetapkan dengan undang-undang," kata Wasekjen Partai Demokrat itu, Jumat (23/8/2019).

Pembahasan bersama DPR itu menurut Herman, adalah demi kematangan konsep pemindahan itu sendiri. Masalahnya, bukan hanya kantor yang berpindah, namun juga manusia.

Kesiapan infrastruktur beserta penunjangnya di ibu kota baru pun harus dipikirkan matang-matang. Seperti keberadaan rumah sakit, sekolah, akses pangan hingga tempat tinggal.
"Jadi, tidak sederhana dan sebaiknya dibahas dulu di DPR secara komprehensif dan holistik. Toh pada akhirnya harus diketok di DPR," kata Herman.

Bahkan, kalau perlu diadakan jajak pendapat kepada masyarakat. Apakah masyarakat setuju dengan pemindahan ibu kota ini atau sebaliknya. Setelah matang serta disepakati, barulah kata Herman, dibahas rancangan undang-undang pemindahan ibu kota sebagai dasar hukum pemerintah melaksanakan programnya tersebut.

Sementara itu, saat ini Indonesia sedang dihadapkan masalah yang lebih penting, yakni stagnasi pertumbuhan ekonomi, ketersediaan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat.

“Situasi ekonomi global pun sedang kurang baik. Diprediksi terjadi penurunan perekonomian global, khususnya Asia sehingga mau tidak mau Indonesia mesti waspada dan fokus di bidang ketahanan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar