Golkar: Penambahan Kursi MPR Belum Diperlukan

Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:20 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo : Penambahan Kursi MPR Belum Diperlukan

JAKARTA, SUARA PEMRED - Usulan penambahan pimpinan MPR RI dari lima (5) menjadi sepuluh (10) pada pemilihan pimpinan MPR periode 2019 – 2024 mendatang dinilai belum diperlukan. Sebab, penambahan itu konsekuensinya harus merevisi UU MD3 (MPR,DPR,DPD dan DPRD).

“Saya kira belum perlu penambahan kursi pimpinan MPR RI dari lima menjadi sepuluh. Kalaupun harus ditambah, maka harus pula merevisi UU MD3 dan ini akan sangat rawan,” demikian Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Selasa (13/8/2019).

Sebelumnya Waketum PAN Viva Yoga Mauladi berharap untuk menghindari kegaduhan politik yang tidak perlu, sebaiknya kursi pimpinan MPR RI digenapkan menjadi sepuluh. “Sembilan kursi untuk DPR RI dan satu kursi untuk DPD RI,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (9/8/2019) lalu.

Seperti diketahui, UU MD3 Nomor 2 Tahun 2018, pimpinan MPR periode 2019-2024 terdiri atas 1 orang ketua dan 4 wakil yang terdiri atas unsur fraksi parpol dan perwakilan DPD.

Usulan yang sama disampaikan Wasekjen PAN Saleh Partaunan Daulay, Senin (12/8) kemarin."Tentu sangat baik jika pimpinan yang akan datang disempurnakan menjadi 10 orang dengan rincian sembilan mewakili fraksi-fraksi dan 1 mewakili kelompok DPD. Soal siapa ketuanya, bisa dimusyawarahkan untuk mencapai mufakat," ujarnya.

Menurut Saleh, rekonsiliasi kebangsaan dapat dilakukan dengan penambahan kursi pimpinan MPR. Karena itu dia berharap pemilihan pimpinan MPR dapat dilakukan dengan musyawarah mufakat.

"Musyawarah mufakat adalah perwujudan demokrasi pancasila. Itu yang perlu diaktulisasikan lagi saat ini. Dengan begitu, rekonsiliasi kebangsaan yang diinginkan semua pihak bisa terealisasi," pungkasnya.

Editor: Munif


Berita Terkait

Politik

PAN Usul Pimpinan MPR Jadi 10 Kursi

Kamis, 08 Agustus 2019

Komentar