Dampak Positif Perang Dagang China vs AS Terhadap Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 05:07 WIB
Share Tweet Share

Presiden AS Donald Trum dan Presiden China Xi Jinping

Oleh : Gerry Hukubun. SE

Indonesia masuk dalam kawasan asia, memiliki peran besar dalam urusan perdagangan negara-negara di Benua Amerika, terutama Amerika Serikat.

Nilai expor indonesia ke Amerika sebesar 10.4 persen yang dimana nilai tersebut jauh lebih besar dibandingkan negara-negara di Eropa yang berada di angka 8.4persen

Impor Amerika dari dunia pada Februari 2020 turun 4 persen. Dibanding periode yang sama tahun 2019. Sementara impor Amerika Serikat dari Indonesia untuk Februari 2020 naik kurang lebih 6 persen, artinya bahwa peluang Indonesia dalam menyuplai impor Amerika dari Indonesia sangatlah bagus bahkan meningkat disaat impor Amerika dari negara lain turun. Ini menjadi prospek yang sangat bagus kedepan. 

Dengan adanya perang dagang Amerika vs China saat ini dimana Amerika sudah memasang tarif tinggi terhadap China, maka ada kesempatan bagi negara-negara lain untuk masuk ke Amerika yang tarifnya lebih rendah. Termasuk Indonesia didalamnya

Selain itu Amerika dan Indonesia bersepakat untuk meningkatkan total perdagangan dari US$ 26,98 miliar menjadi US$ 60 miliar pada tahun 2024

Peluang expor Indonesia ke Amerika akan semakin besar menyusul perang dagang Amerika vs China yang semakin memanas di tahun 2020 walaupun sudah sempat dilakukannya perdamaian lewat Perjanjian perdagangan Fase 1 pada bulan Februari 2020 kemarin. 

Pelarangan untuk membeli produk pertanian Amerika oleh China serta pembatalan impor daging babi dari Amerika ke China beberapa bulan lalu semakin mempertegas perang dagang yang sudah memanas dalam beberapa tahun terakhir. Dan seakan-akan perdamaian perjanjian perdagangan fase I tidak berjalan dengan baik. 

Walaupun Perdana Menteri China Li Keqiang pada beberapa bulan lalu menegaskan akan melaksanakan janji yang sudah dimuat di Fase I. Saat itu, China setuju memberi produk pertanian AS senilai US$ 36,5 miliar di 2020 ini.

Namun, dalam data yang dipaparkan Departemen Pertanian AS, China hanya mengimpor US$ 3,35 miliar produk, di tiga bulan pertama bulan ini. Data tersebut adalah yang terendah sejak 2007.

Amerika dan china sendiri berencana akan melakukan perjanjian Fase II pada bulan November nanti. Apakah perjanjian perdamaian dagang ini akan berlanjut atau tidak, kita akan melihat dalam beberapa bulan kedepan. 

Namun satu hal yang pasti bahwa dengan perang dagang Amerika vs China saat ini, ada dampak negatif dan positif bagi Indonesia. 

Dan khusus untuk dampak positif salah satunya adalah peluang Indonesia untuk bisa meningkatkan expor ke Amerika.

Gerry Hukubun. SE, Dewan Kehormatan Partai HANURA

Editor: Jay


Berita Terkait

Opini

Wiranto Biang Keladi Kegagalan Hanura

Sabtu, 18 Mei 2019
Opini

Kamala Harris, “The Real President?”

Kamis, 08 Oktober 2020

Komentar