Gus Nabil Berharap Obat Tradisional Bisa Mendunia

Sabtu, 14 Desember 2019 | 20:49 WIB
Share Tweet Share

Gus Nabil Berharap Obat Tradisional Bisa Mendunia

JAKARTA. SUARA PEMRED - Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) menggelar acara sosialisasi obat tradisional di gedung Serba Guna, Butuh, Boyolali, Jawa Tengah,  Sabtu (14/12). 
 
Sosialisasi iini kerjasama antara DPR RI dengan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan dihadiri oleh ratusan pengusaha obat tradisional, komunitas pecinta obat tradisional, dan perwakilan ormas. 
 
Tampak Eko Handoyo (BPOM RI), Ariyanti (Balai Besar POM Semarang), KH Iqbal Mulyanto (Wakil Ketua PCNU Boyolali) KH. Athoillah Habib (Wakil Ketua Umum PP Pagar Nusa), Ahmad Zaeni (Dewan Ketabiban PP Pagar Nusa), Abdul Wasik (Ketua PC Pagar Nusa Boyolali).
 
Menurut Gus.Nabil forum ini bertujuan menggelorakan kembali  kebangkitan jalur rempah nusantara yang merupakan jalur perdagangan penting yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat maritim negeri ini. 
 
"Saat ini, penting untuk membangkitkan Jalur Rempah Nusantara dengan semangat baru. Inilah catatan saya dalam sosialisasi obat tradisional," kata Gus Nabil.
 
Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daa alam,  salah satunya adalah rempah-rempah yang juga bisa dijadikan obat tradisonal. Khasanah obat  tradisional  Indonesia diyakini Gus Nabil akan bisa mendunia. 
 
"Ada banyak jemis rempah yang dapat diramu menjadi obat. Bahkan, sekarang ini, masyarakat dunia cenderung mencari obat herbal, yang tidak punya efek negatif dari bahan kimia. Indonesia adalah surga dari tanaman herbal untuk dijadikan obat tradisional," jelas Gus Nabil. 
 
Politisi PDI Perjuangn itu mengakui kalau menduniakan obat tradisional memang  tidak semudah membalikkan telapak tngan.  Tapi, masih diperlukan  riset dan  inovasi digital.  Dua hal itu menurut Gus Nabik, sangat penting untuk mewujudkan "mimpi" tersebut. 
 
"Kita punya potensi besar membangkitkan Jalur Rempah. Caranya gimana? Dengan riset, pemetaan potensi, perbaikan packaging, ekspansi pasar, penggunaan teknologi digital," tambah Gus Nabil. 
 
Dikatakan,  dengan potensi besar tersebut sudah saatnya rempah dan obat tradisional mendunia kembali. Indonesia ujar Ketua Umum PP Pagar Nusa ini   punya cengkeh, tembakau, sarang walet, dan ribuan komoditas rempah dan obat tradisional. Contohnya  sarang walet. 
 
Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet. Total produksi 300 ribu ton pertahun, dengan nilai lebih dari 3 miliar USD. Sarang burung walet sumber protein yang sangat baik untuk kesehatan.
 
Dalam bidang ini kata Gus Nabil,  riset sangat penting sebagai acuan, jaminan mutu, hingga penciptaan inovasi terbaru. Sebab masyarakat dunia butuh standar riset internasional, terutama pengakuan dari BPOM. 
 
"Ini penting kita dorong agar saling bekerjasama antar pengusaha obat tradisional," katanya. 
 
Sebab selama ini, rempah-rempah  dipelajari peneliti-peneliti dari Prancis, Jerman, Amerika dan negara-negara lain. Mereka mempelajari keunggulan rempah. "Jadi, kita harus jaga itu, kita bangkitkan kembali jalur rempah nusantara," pungkasnya.
 
Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar