DPD RI: Jalan dan Rel Kereta Api Trans Kalimantan Harus Diintegrasikan dengan Pembangunan IKN

Selasa, 06 April 2021 | 08:18 WIB
Share Tweet Share

DPD RI: Jalan dan Rel Kereta Api Trans Kalimantan Harus Diintegrasikan dengan Pembangunan IKN

JAKARTA, SUARAPEMRED - Wacana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan   Timur kembali menguat. Pemerintah mulai menyuarakan berbagai perencanaan ke publik dan diharapkan tahun ini proses konstruksi dapat dimulai.

Menyikapi rencana pemindahan dan pembangunan IKN ini, Senator Daerah Pemilihan Kalteng Teras Narang meminta agar pemerintah melakukan integrasi rencana ini dengan penguatan infrastruktur jalan dan rel kereta api Trans Kalimantan. Hal ini untuk lebih menghubungkan 5 provinsi di Pulau Kalimantan secara optimal.

“Pemerintah Pusat agar dalam waktu yang sesingkat-singkatnya menyelaraskan wacana pembangunan IKN dengan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan Trans Kalimantan. Kami mendesak pula, agar pembangunan infrastruktur Kereta Api Kalimantan dapat dimulai” ujar Teras Narang, Senin, 5 April 2021malam.

Teras yang juga mantan Gubernur Kalteng periode 2005-2015 menyebutkan, bahwa usulan ini telah disampaikan 5 Gubernur se-Kalimantan pada Presiden Joko Widodo pada awal tahun 2015 lalu. Integrasi jalur transportasi ini disebut jadi salah satu kunci dan akan semakin memperkuat dampak positif dari pembangunan IKN di Kalimantan Timur bagi seluruh kawasan.   

Dengan terbangunnya konektivitas infrastuktur tersebut akan mampu meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat di Pulau Kalimantan.

Menurut Teras, pembangunan infrastruktur jalan dan rel kereta api juga akan memperkuat strategi pendorong transformasi ekonomi Indonesia di 2021 yang di antaranya lewat integrasi ekonomi domestik serta pemindahan IKN sebagai sumber pertumbuhan baru dan penyeimbang ekonomi antar wilayah.

Selain itu, dengan rel kereta api, menurutnya dulu idenya juga untuk kontrol terhadap produk sumber daya alam Kalimantan. "Kendali terhadap sumber daya alam juga akan lebih mudah dilakukan secara sistematis agar potensi kebocoran penerimaan negara dapat diatasi. Sementara keunikan bentang alam pun bisa dikelola sebagai destinasi wisata tersendiri," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah merilis 5 strategi pendorong transformasi ekonomi Indonesia pada 2021. Adapun 6 strategi ini antara lain menciptakan sumber daya manusia berdaya saing, meningkatkan produktivitas sektor ekonomi, transformasi digital, integrasi ekonomi domestik serta pemindahan IKN sebagai sumber pertumbuhan baru dan penyeimbang ekonomi antar wilayah.

Teras berharap, integrasi ini dapat dijalankan sebagai harmonisasi pembangunan dengan upaya menjaga Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Wilayah yang lingkungan serta keanekaragaman hayatinya perlu dijaga.* "Kita mendukung upaya Presiden Jokowi dan jajarannya dalam pemindahan IKN ini, agar menghadirkan kebaikan bangsa. Meski demikian, aspirasi dan dampak baik bagi masyarakat Kalimantan tidak bisa diabaikan" pungkasnya.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar