Qodari: Jokowi Pemenang Drama Partai Demokrat

Minggu, 04 April 2021 | 10:43 WIB
Share Tweet Share

M Qodari. [Istimewa]

JAKARTA, SUARA PEMRED - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari setuju dengan pendapat Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harusnya  meminta maaf secara terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah membangun kesan bahwa Istana berada di balik kudeta di Partai Demokrat.

“Konstruksi kesan itu dimulai dengan pengiriman surat ke istana oleh AHY,” kata Qodari, Minggu (4/4/2021)

Penolakan terhadap pendaftaran KLB di Kementerian Hukum dan HAM merupakan bukti dari analisis M Qodari yang telah disampaikan sejak awal bahwa masalah yang ada di Demokrat berpusat pada masalah yang ada di dalam di internal Partai Demokrat dan bukan intervensi dari luar apalagi istana. 

“Masalah utama atau apinya ada di dalam. Pengurus KLB yang menjemput Moeldoko, bukan Moeldoko yang datang ke pengurus KLB,” ungkap Qodari.

Menurut Qodari, pemenang sesungguhnya di drama Partai Demokrat adalah Presiden Jokowi. Bukan SBY atau AHY. “Karena dengan penolakan Kumham tersebut, Jokowi telah lepas dari cap atau tudingan pemecah Partai Demokrat,” tambahnya

Sementara citra SBY, kata Qodari, telah luntur pasca drama Partai Demokrat. Sebab aneka masalah PARTAI Demokrat telah terungkap. Khususnya tentang minim nya demokrasi di internal Demokrat. 

"Dulu pernah terbit biografi berjudul “SBY Sang Demokrat”. Buku ini luntur  karena kan sekarang terungkap bahwa AD/ART nya Partai Demokrat banyak masalah dan kurang demokratis", ujar Qodari.

Selanjutnya Qodari mengimbau agar SBY mengadakan perubahan besar di AD/ART agar lebih demokratis. Perubahan tersebut lewat Kongres Luar Biasa (KLB) yang dimintakan oleh SBY. “SBY akan kembali menjadi sang demokrat bila beliau melakukan perubahan AD/ART ini,” pungkas Qodari.

Harus Minta Maaf

Sebelumnya, Ketua Umum Joman, Immanuel Ebenezer meminta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak jumawa dulu terkait ditolaknya pengesahan pengurus Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Dengan ditolaknya Demokrat versi Moeldoko, Joman menilai, AHY dan SBY berhutang permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Malu dan harusnya minta maaf. Sudah teriak-teriak ke sana kemari. Tuduh dan main fitnah akhirnya semua terang benderang ketika pemerintah menyatakan Partai Demokrat versi KLB tidak bisa disahkan," kata Ketua Joman Immanuel Ebenezer, Kamis (1/4/2021).

Noel menyatakan, dalam konflik internal Demokrat, Jokowi tegas, sikapnya tidak memihak ke kubu manapun, tak seperti yang dituduhkan AHY beserta loyalisnya. "Semua tuduhan yang dilayangkan AHY serta loyalis-loyalisnya jelas salah alamat," ujar dia.

Di samping itu, Noel juga menyoroti pola lama yang dibangun SBY. Menurutnya, pola lama itu guna mencari popularitas dan simpati masyarakat yang dianggap sudah tidak menarik lagi untuk mencuri perhatian.

Editor: Gusti


Berita Terkait

Nasional

Ratusan Kader Demokrat Pindah ke Hanura

Kamis, 10 Agustus 2017
Nasional

Pemerintah Terus Kirim Bantuan ke Rohingya

Rabu, 13 September 2017
Nasional

Sebanyak 51% Divestasi Freeport SelesaiĀ  2019

Rabu, 13 September 2017

Komentar