32 Juta Anggotanya, Wapres Minta Muslimat NU Dukung Program UMKM

Kamis, 29 Oktober 2020 | 22:35 WIB
Share Tweet Share

32 Juta Anggotanya, Wapres Minta Muslimat NU Dukung Program UMKM

JAKARTA,  SUARAPEMRED - Wakil Presiden Bapak KH Ma'ruf Amin mengatakan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan perempuan Islam terbesar di Indonesia. Anggotanya terdiri dari 32 juta orangyang tersebar di 34 provinsi.

Demikian disampaikan Wapres dalam Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Kerja Nasional Muslimat NU dengan tema “Revitalisasi Perangkat Muslimat NU”, pada Kamis (29/10) sehingga penguatan SDM di organisasi Muslimat NU dapat dilakukan pada sektor-sektor yang sejalan dengan visi pembangunan pemerintah, melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berbarengan dengan itu, Pemerintah juga akan memperbanyak dan memperluas pendirian Bank Wakaf Mikro. Dimana untuk lembaga keuangan mikro seperti Baitul Maal wat Tamwiil (BMT) dan Koperasi Syariah, pemerintah akan memberikan dukungan lebih besar untuk pengembangannya ke depan.

"Kepada Muslimat NU, saya mengharapkan peran aktifnya dalam mendukung program pemerintah dalam bidang keagamaan," ungkap Wapres. Salah satunya lanjut Ma'ruf agar Muslimat NU dapat mengembangkan ajaran agama yang moderat untuk mencegah berkembangnya paham radikal yang berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Juga, saya meminta Muslimat NU untuk turut serta mengatasi dampak sosial ekonomi yang terjadi akibat dari pandemi covid-19," pungkasnya. Rapat kerja nasional (Rakernas) Muslimat NU 2020 akhirnya dilaksanakan pada Kamis (29/10) di Kota Batu. Hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, 500 anggota muslimat dari dalam dan luar negeri, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Pj Bupati Sidoarjo Hudiyono, serta perwakilan pengurus Muslimat NU se-Indonesia.

Sementara itu, Khofifah mengungkapkan, salah satu agenda penting yang dibahas pada forum tersebut adalah financial technology (Fintec) bagi pelaku UMKM. Bahtsul Masail atau pembahasan masalah yang berkaitan dengan fintech juga akan diselenggarakan.

Hasil pembahasan ini akan menjadi referensi anggota Muslimat NU. ”Kami akan membahasnya bersama Rois Syuriah PBNU, Bank Indonesia wilayah Jawa Timur, dan OJK Jawa Timur,” kata Khofifah.

Pihaknya akan memberikan banyak pemahaman produk perbankan kepada masyarakat. Sehingga, Muslimat NU bisa mengembangkan UMKM sekaligus memanfaatkan produk yang disediakan perbankan di Indonesia. ”Muslimat NU memiliki infrastruktur yang kuat. Ada panti asuhan, rumah sakit, dan lembaga pendidikan. Infrastruktur itu diyakini mampu membantu program pemerintah dalam membangun dan memberdayakan umat di Indonesia,” jelas Khofifah.       

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar