Kealpaan,  Kesimpulan Polri dalam Kasus  Kebakaran gedung Kejagung

Jumat, 23 Oktober 2020 | 16:26 WIB
Share Tweet Share

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono (Pontas)

JAKARTA, SUARA PEMRED –   Mabes Polri mengungkap hasil kerja olah TKP kebakaran  gedung  Kejagung. Total ada enam kali olah TKP kebakaran Kejagung yang dilakukan hingga gelar perkara penetapan tersangka.

"Penyelidikan yang pertama kita adalah olah TKP. Mulai melihat, mengorek-ngorek semuanya di TKP ya, mengorek-ngorek tentang bagaimana itu kebakaran asalnya. Semuanya sama-sama, mulai dari lantai 6, 5, 4, 3, 1," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di kantornya, Jumat (23/10).

"Pelan-pelan dikorek-korek kebakaran tersebut. Kita lihat apakah masih ada sisa asap hitam atau ada yang bisa dibuat barang bukti di sana. Makanya pada saat kita itu melakukan olah TKP itu tidak satu kali. Sampai enam kali kita olah TKP karena lantainya tinggi, ada enam lantai," sebut Argo.

Argo menyebut olah TKP kebakaran Kejagung dilakukan bersama-sama dengan pihak Kejagung. Polri dan Kejagung terus berkoordinasi. Proses olah TKP kebakaran Kejagung tersebut tidak mudah dan cepat. Petugas.

"Jadi semuanya yang berkaitan dengan barang bukti kebakaran. Ada kabel juga, ada semua. Sama-sama. Jadi semuanya kita sama dengan kejaksaan kita olah TKP sampai enam kali karena kita kan serius sekali kita harus mengungkap ini daripada kebakaran kejaksaan ini, Kejaksaan Agung yang kita cintai ini," ucap Argo.

Dari hasil penyelidikan, kata Argo, diketahui kebakaran Kejagung yang terjadi pada Sabtu (22/08) lalu itu dikarenakan kealpaan. Titik api muncul dari lantai 6 gedung utama Kejagung yang berada di Jl. Sultan Hasanuddin Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu.

"Setelah tadi gelar perkara itu, saya ikut, ternyata kasus ini suatu kealpaan. Dari ahli dan saksi sudah menyatakan bahwa dimulai dari lantai 6 titik apinya," tutur Argo.

Untuk mengungkap kasus ini, Polisi telah memintai keterangan sebanyak 131 orang terkait kasus kebakaran Kejagung. Sebanyak 64 di antaranya adalah saksi. Dalam kasus kebakaran Kejagung ini, polisi menetapkan ada 8 orang tersangka.

"Semua sudah kita lakukan secara ilmiah dan bisa membuktikan daripada itu. Kita menetapkan 8 tersangka karena kealpaannya," sebut Argo.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 188 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara.

Penetapan tersangka ini dilakukan setelah Bareskrim dan Kejagung melakukan gelar perkara. Gelar perkara dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kesengajaan dalam kebakaran gedung tersebut.()

Editor: Jay


Berita Terkait

Komentar