Disebut ‘Berguguran di Jalan Dakwah‘, Ini Kata Anis Matta

Minggu, 13 September 2020 | 21:33 WIB
Share Tweet Share

Disebut Berguguran di Jalan Dakwah Ini Kata Anis Matta

JAKARTA, SUARAPEMRED - Ketua Umum Partai Gelormbang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menjadi nara sumber di acara Ngeshare (Ngaji Syar'ie) bareng Ustadz Fahmi Salim. Di ujung acara, Ustadz Fahmi Salim menanyakan pertanyaan tentang sebutan 'Yang Berguguran di Jalan Dakwah', yang kerap dituduhkan kepada mantan Presiden PKS Anis Matta dkk, karena sudah meninggalkan atau keluar dari Partai Dakwah Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Bagaimana Pak Anis jika disebut orang yang berguguran di jalan dakwah?" tanya Ustadz Fahmi Salim. Anis Matta menjawab,"Saya tidak pernah men-sakralkan lembaga. Saya dulu bergabung dengan PKS semata-mata karena Cita-cita. Cita-cita yang sama juga yang membuat saya mendirikan Partai Gelora, ketika saya merasa bahwa di tempat yang lama cita-cita ini, tidak bisa kita wujudkan." Menurut Anis, tidak boleh ada upaya untuk men-sakralkan sebuah lembaga, apalagi itu organsasi politik dengan cara membatasi perbedaan pendapat dalam perjuangan.

Sebab, organisasi tersebut adalah sarana untuk mencapai tujuan, meskipun cara yang dilakukan berbeda-beda. "Sebenarnya kita ada jebakan besar bagi kaum Islamis (Harakah Islam) yaitu Sakralisasi Lembaga atau taqdisul wasail (meng-qudus-kan sarana). Janganlah kita mengubah apa yang merupakan sarana (lembaga/organisasi/partai) menjadi tujuan. Itu tidak boleh," kata Anis Matta, Sabtu (12/9/2020).

Anis Matta menilai, perbedaan pendapat dalam sarana perjuangan adalah hal yang wajar dalam kehidupan sehari-hari . Bahkan jika melihat-lihat sejarah, maka perbedaan pendapat juga terjadi di masa Khulafaur Rasyidin. Tapi perbedaan pendapat yang terjadi di PKS, tidak se-dahsyat yang terjadi di masa Khulafaur Rasyidin yang melahirkan serangkaian perang. "Kalau kita kan lebih kecil dari situ. Jadi, sebenarnya saya tidak terganggu dengan istilah-istilah 'Yang Berguguran di Jalan Dakwah', karena itu penempatan yang salah," katanya

Anis Matta menegaskan, mensakralkan sarana perjuangan adalah bahaya besar bagi umat Islam dalam mencapai tujuan bernegara. "Dan salah satu yang perlu saya garis-bawahi tebal adalah: mensakralkan sarana adalah bahaya besar yang mengancam kaum Islamis.

Pada dasarnya yang lebih penting bagi kita, adalah pertanggungjawaban pribadi kita kepada Allah SWT," ujarnya. Indonesia sebagai bangsa saat ini sedang menghadapi masalah besar krisis berlarut akibat pandemi Covid-19. Sehingga tidak perlu berpikir untuk mensakralkan lembaga atau organisasi.

Sebaliknya, justru harus berpikir bagaimana mencari solusi atau jalan keluar dari krisis berlarut saat ini. "Kita ini sedang menghadapi masalah besar, jangan dihadapi dengan otak kecil," pungkas Anis Matta.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar