FPAN: Wajar Presiden Jokowi Marah atas Penanganan Cobid19

Senin, 29 Juni 2020 | 18:52 WIB
Share Tweet Share

FPAN DPR: Nilai-Nilai Pancasila Harus Diaktualisasilan Hadapi Covid-19

JAKARTA, SUARAPEMRED - Setelah mendengar pidato Presiden Jokowi terkait penanganan covid19, Saleh  Partaonan Daulay, Wakil Ketua MKD berkesimpulan bahwa presiden sungguh marah dan kecewa. 

Menurut penilaian presiden, capaian-capaian para pembantunya ini belum ada yang memuaskan. Bahkan, jauh di bawah harapan beliau

“Implikasinya kan luas. Termasuk pada tingkat ekonomi masyarakat. Presiden juga khawatir betul dengan tingkat pengangguran yang semakin tinggi. Sehingga mengancam reshuffle kabinet," tegas Saleh, Senin (29/6/2020).

Bagi presiden, apa yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini sudah extraordinary, kejadian luar biasa. Sayangnya kata anggota Komisi IX DPR itu, para menteri menganggapnya masih biasa-biasa saja. Titik itu yang menyebabkan presiden kesal dan marah

Apa yang disampaikan presiden itu menurut Saleh, benar. Sangat wajar dan tepat jika presiden marah. Tugas beliau adalah mengevaluasi kinerja para pembantunya. Jika ada yang tidak memuaskan, presidenlah yang berhak memberikan teguran dan peringatan.

“Presiden sudah menyebut akan melakukan apapun. Termasuk reshuffle. Berarti presiden sudah merasakan ada yang tidak beres dalam kabinetnya,” kata Saleh.

Persoalan evaluasi dan reshuffle adalah hak prerogatif presiden. Jika beliau menilai perlu melakukan perombakan kabinet, bisa dilakukannya kapan saja. Tidak ada yang bisa menghalangi.

“Saya melihat bahwa fokus presiden adalah penyelamatan 267 juta warga negara. Dan itu disebut beberapa kali dalam pidato. Untuk itu, presiden rela melakukan banyak hal. Termasuk reshuflle dan mengeluarkan payung hukum yang diperlukan," pungkas Wakil Ketua FPAN DPR itu.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar