Ketua DPR Peringati Hari Lahir Pancasila secara Virtual

Senin, 01 Juni 2020 | 13:43 WIB
Share Tweet Share

Ketua DPR Peringati Hari Lahir Pancasila secara Virtual

JAKARTA, SUARAPEMRED - Ketua DPR RI Puan Maharani memperingati hari lahir Pancasila pada Senin (1/6/2020) ini secara virtual dari rumah dinas di kawasan Kuningan,  Jakarta Selatan. Dia bertugas membaca naskah Pembukaan UUD NRI 1945.

Peringatan itu dilakukan bersama Presiden Joko Widodo, Pimpinan MPR RI, DPD RI, MK, BPK, KY dan MA.

"Pada 75 tahun yang lalu tanggal 1 Juni 1945 Bung Karno berpidato di depan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK). Bung Karno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara Indonesia," demikian Puan.

Bahwa intisari dari Pancasila adalah gotong royong. Gotong royong itu kata Soekarno sebagai suatu paham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. "Gotong royong menggambarkan satu usaha satu amal dan satu pekerjaan," kata Puan.

Gotong royong adalah banting tulang, bantu membantu memajukan bangsa dan negara ini. Dan, saat ini ketika bangsa ini menghadapi Pandemi Covid-19, yang telah berdampak pada seluruh aspek kehidupan, maka seharusnya dihadapi bersama-sama.

"Alhamdulillah dalam menghadapi Covid-19 ini saya melihat jiwa gotong royong yang terpancar di tengah rakyat Indonesia.

Seperti yang terjadi di Cimahi, Jawa Barat, ada satu daerah yang antar tetangganya rukun membantu menyediakan makanan untuk salah satu warganya yang sedang menjalani isolasi mandiri karena dinyatakan positif covid-19," kata Puan bangga.

Selain itu, ada di desa Jambanan, Sragen, Jawa Tengah, ada salah satu warga desa yang pulang ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari Virus Corona, para warga desa itu menyambutnya dengan meriah. Seperti acara syukuran.

Di daerah pemilihan Puan sendiri yang meliputi Solo, Boyolali, Klaten, dan Sukoharjo, antar warga saling membantu bersama-sama menghadapi dampak sosial ekonomi dari Covid-19.

"Memang, untuk melawan Covid-19 ini, kita jangan hanya terpaku pada istilah PSBB, tapi yang dibutuhkan adalah Gotong Royong Berskala Besar (GRBB),"  tambah Puan.

Sebagai bagian dari menjalankan fungsi pengawasan, DPR-RI mengingatkan Pemerintah agar tidak terburu-buru melaksanakan The New Normal agar tidak memunculkan kebingungan baru di masyarakat. 

"Itu diperlukan pra kondisi dan protokol yang dipahami masyarakat. Sebab, rincian New Normal untuk setiap jenis kegiatan dan wilayah berbeda-beda," pungkasnya.

.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar