75 Tahun Pancasila, DPR: Gotong Royong Lawan Covid -19

Minggu, 31 Mei 2020 | 18:57 WIB
Share Tweet Share

75 Tahun Pancasila, DPR: Gotong Royong Lawan Covid -19

JAKARTA, SUARAPEMRED - Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin mengucapkan selamat hari lahir Pancasila Ke-75 pada 1 Juni, pada seluruh masyarakat Indonesia. Melalui hari lahir Pancasila ini, seluruh rakyat gotong royong lawan covid-19.

Istilah Pancasila  pertama kali dicetuskan oleh Bung Karno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPK pada 1 Juni 1945 dan 

kesepakatan para pendiri bangsa (founding fathers) yang keputusannya diambil melalui mekanisme musyawarah-mufakat, bukan voting.

Demikian Aziz Syamsudin dalam keterangannya, Minggu (31/5). Untuk itu dia berharap, hari lahir Pancasila tahun ini dapat dijadikan momentum bangkitnya kembali Gotong Royong di tengah Pandemi Covid 19. 

"Saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada satu bencana Pandemi global Covid 19, sehingga apa yang diupayakan Bung Karno pada masa lalu mengenai konsep Gotong Royong yang merupakan salah satu intisari nilai nilai Pancasila dapat dijadikan role model baik bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi Covid 19 saat ini," tutur Waketum Golkar itu.

Melawan dan selesaikan Covid-19 dengan  kembali ke rumah ideologi Pancasila kata dia, tidak ada cara lain untuk keluar dari bencana ini dengan selamat, selain dengan Gotong Royong yang merupakan faham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan. 

"Gotong Royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo satu karyo, satu gawe," jelas Aziz.

Menurut Aziz, Bung Karno seperti kata Pancasila jika diperas menjadi satu, bahwa yang satu itu adalah Gotong Royong. Setiap Sila dalam Pancasila adalah nilai yang memiliki kedudukan yang sama fundamentalnya. Karena itu, dalam konsep Lambang Negara Garuda Pancasila, simbol Pancasila dibuat melingkar dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang disimbolkan dengan cahaya sebagai intinya.

Kalau diperas yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan Gotong Royong. "Jadi, negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara Gotong Royong. Alangkah hebatnya, Negara Gotong Royong ini," tambahnya.

'Ho lopis kuntul baris untuk kepentingan bersama, Itulah Gotong Royong'. 

"Semoga dengan semangat Pancasila dan gotong royong, bangsa Indonesia akan segera keluar dari bencana ini dan keluar dengan selamat, Dirgahayu Pancasila ke-75," pungkasnya.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar