Proyek OBOR RRT: Peluang atau Ancaman bagi RI?

Kamis, 01 Agustus 2019 | 10:38 WIB
Share Tweet Share

Proyek OBOR RRT: Peluang atau Ancaman bagi RI?

Proyek OBOR RRT: Peluang atau Ancaman bagi RI?

Oleh Muhammad AS Hikam

Pengamat politik

Pada hari Rabu (31/07/19) saya diundang oleh Wantannas RI untuk bicara tentang proyek  global yang diprakarsai oleh RRT (Republik Rakyat Tiongkok) d ibawah Presiden Xi Jinping, yaitu BRI/OBOR ( Belt & Road Initiative/ One Belt One Road).
RI telah menandatangani MoU dengan Tiongkok untuk ikut dalam proyek besar tersebut. Pertanyaannya bagaimana mengoptimalkan kerjasama itu bagi kepentingan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indoensia) di masa depan?

Pro dan kontra selalu akan ada tentang OBOR itu karena baik yang setuju maupun yang menolak atau yang masih ragu-ragu juga terus ada. Saya termasuk yang setuju, namun dengan beberapa catatan kritis, khususnya dalam dimensi politik baik domestik maupun internasional.

Munculnya Tiongkok sebagai kekuatan global yang menyaingi hegemoni Amerika Serikat sekarang ini harus disikapi secara proporsional dan rasional. Proyek global OBOR juga demikian.

RI sah sah saja terlibat di dalamnya tentu dengan kehati-hatian agar tak terjebak dalam apa yang disebut "China's Debt Trap" alias jebakan hutang kepada Tiongkok, sebagaimana dialami negara-negara lain seperti Jibouti, Sri Lanka, Angola,  dan lain-lain.

Saya kebagian menyoroti aspek politik dan kemanan nasional (Kamnas) dalam diskusi tersbeut dan mengingatkan pentingnya mempertimbangkan persepsi masyarakat terhadap OBOR. Jangan sampai kerjasama yang baik itu diganggu oleh politisasi yang bermuatan dan berbasis identitas.

Karena itu, sosialisasi yang terbuka dan menyeluruh kepada masyarakat adalah salah satu yang perlu dilakukan oleh Presiden Jokowi di periode kedua pemrintahannya nanti.

OBOR bukan hanya urusan ekonomi semata, tetapi juga melibatkan politik, sosial, budaya dan kamnas. Jika RI bisa mengambil manfaat dan tak menjadi tergantung kepada kekuatan luar, maka RI bisa menjadi wahana dan instrumen kemajuan bangsa dan keutuhan serta kekokohan NKRI.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar