Deng Xioping dan Muktamar Islam China

Rabu, 10 Juli 2019 | 10:04 WIB
Share Tweet Share

Deng Xioping dan Muktamar Islam China

Deng Xioping dan Muktamar Islam China
Oleh : Imron Rosyadi Hamid
Rois Syuriyah PCINU Tiongkok

Sejak meninggalnya Mao Zedong Tahun 1976, era Revolusi Kebudayaan yang digagasnya ikut tenggelam. Naiknya Deng Xiaoping pada Tahun 1978 untuk memimpin China memberikan angin baru bagi perkembangan agama-agama di China. Khususnya agama Islam dan Kristen.

Kebijakan reformasi ekonomi dan ‘Open door policy’ yang diterapkan Deng Xiaoping mensyaratkan perlunya persatuan nasional dari seluruh etnik (termasuk etnis Muslim) sekaligus China harus bekerja sama secara terbuka dengan dunia luar dalam memajukan ekonominya.

Negara-negara luar yang diajak bekerjasama ekonomi melalui investasi permodalan dan teknologi rata-rata memiliki basis sosial keagamaan baik Kristen, Islam, Hindu, Budha, dan lain-lain.

Bahkan, pada akhir Tahun 1979 Deng Xiaoping mengijinkan pembukaan kembali gereja-gereja dan masjid serta kuil menuju situasi yang disebut Fenggang Yang (2004) sebagai ‘Bringing religiuos life back to the public scene’ (membawa kembali kehidupan beragama ke ruang publik).

Hanya dalam hitungan bulan setelah kebijakan Deng Xiaoping diterapkan tersebut, komunitas Muslim China menggelar Muktamar ke - 4 setelah sekian puluh tahun vakum. Tanggal 6-15  April 1980 diadakanlah Muktamar Islam China yang dihadiri 256 utusan dari seluruh China. Muktamar dipimpin oleh Burhan Zahidi aktifis Muslim era Mao dan dihadiri oleh para pejabat pemerintah.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar