Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Sepeda Motor

Rabu, 07 Agustus 2019 | 12:29 WIB
Share Tweet Share

Ganjil Genap Tak Berlaku untuk Sepeda Motor

JAKARTA, SUARA PEMRED - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memperluas aturan ganjil genap kendaraan bermotor untuk mengurangi pencemaran udara di ibu kota Jakarta, namun tidak berlaku untuk sepeda motor.

Melalui Instruksi Gubernur (Ingub) DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara, Anies berharap polusi dari gas buang kendaraan bisa dikurangi.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan tidak semua pemilik kendaraan pribadi roda empat beralih menggunakan angkutan umum saat diberlakukan aturan ganjil genap. Mereka lebih memilih menggunakan sepeda motor.

Aturan ganjil genap, menurut Syafrin, dibuat untuk mengurangi angka polutan di Jakarta yang sebagian besar dihasilkan dari gas buang kendaraan bermotor. Karena itu, Pemprov DKI fokus melakukan pengendalian lalu lintas sehingga polutan yang dihasilkan transportasi bisa ditekan dan kualitas udara lebih baik.

Perluasan ganjil genap, menurut Syafrin Liputo, merupakan hal yang mendesak, apalagi saat ini tengah memasuki musim kemarau yang berdampak pada gas buang kendaraan yang memperparah polusi udara.

Namun perluasan ganjil genap benar-benar diterapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat luas. Pihaknya akan melakukan uji coba perluasan ganjil genap pada 12 Agustus-6 September. Penerapannya secara resmi akan dilakukan pada 9 September.

"Sosialiasi mulai hari ini sampai 8 September, kemudian kita akan ujicoba pelaksanaan ganjil genap mulai tanggal 12 Agustus sampai 6 September," katanya.

Sementara itu Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan kendaraan roda dua atau sepeda motor tidak terkena perluasan sistem ganjil genap. Pemotor hanya akan dikanalisasi di lajur paling kiri agar lebih tertib.

"Dalam tataran pelaksanaannya, untuk sepeda motor tidak diberlakukan ganjil genap. Dishub DKI telah mengkaji penerapan sistem ganjil genap untuk sepeda motor. Dalam kajian itu, lanjutnya, diketahui bahwa volume sepeda motor cukup tinggi di koridor ruas yang diberlakukan sistem ganjil genap.

Syafrin menuturkan ke depan Dishub bakal melakukan penertiban sepeda motor secara lebih masif dengan cara kanalisasi sepeda motor. Dalam upaya ini, Dishub bakal menggandeng pihak kepolisian yakni Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

"Kami masifkan kanalisasi sepeda motor, kami akan arahkan sepeda motor di lajur paling kiri sehingga aspek keselamatan, kenyamanan pengguna sepeda motor itu bisa kita jamin," jelas Syafrin.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar