Polisi Kejar Penyebar Hoaks RUU Ciptaker

Kamis, 08 Oktober 2020 | 11:18 WIB
Share Tweet Share

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono

JAKARTA,SUARAPEMRED -  Aksi unjuk rasa menentang pengesahan RUU Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) terjadi di berbagai wilayah. Untuk itu, Polisi Republik Indonesia (Polri) terus berupaya menjaga keamanan dan ketertiban kepada masyarakat di tengah aksi unjuk rasa tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pihaknya berupaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat saat unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19.  Salah satu yang dilakukan adalah secara masif meluruskan berbagai informasi bohong atau hoaks yang menyesatkan publik terkait Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang telah disetujui DPR menjadi undang-undang.

“Polisi berbuat baik menyampaikan ke publik agar waspada dengan hoaks,” kata Irjen Pol Argo Yuwono, Rabu (7/10/2020).

Menurut Argo Yuwono, meluruskan setiap informasi bohong atau hoaks menjadi tugas Polri agar masyarakat mendapat kabar yang tepat, akurat dan benar. Patroli siber disiapkan untuk meluruskan semua informasi bohong.

“Kita terus berusaha menangkal hoaks dan meluruskannya. Itulah bagian dari tugas preemtif polisi,” jelas Irjen Pol Argo Yuwono.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis telah menerbitkan surat Telegram Rahasia (TR) STR/645/X/PAM.3.2./2020 per tanggal 2 Oktober 2020 tentang antisipasi unjuk rasa dan mogok kerja kelompok buruh pada 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2020, terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law atau Cipta Lapangan Kerja.

Argo Yuwono menjelaskan, telegram itu keluar demi menjaga keselamatan rakyat di tengah pandemi virus corona atau Covid-19. Unjuk rasa tersebut akan berdampak pada faktor kesehatan, perekonomian, moral, dan hukum di tatanan masyarakat.

“Sebagaimana pernah disampaikan Pak Kapolri Jenderal Idham Azis, di tengah pandemi Covid-19 ini keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto,”  pungkas Argo.

Editor: Munif


Berita Terkait

Komentar