Ketua KPK: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Melawan Permasalahan Bangsa

Rabu, 20 Mei 2020 | 11:13 WIB
Share Tweet Share

Ketua KPK: Hari Kebangkitan Nasional Momentum Melawan Permasalahan Bangsa

JAKARTA, SUARAPEMRED - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) H. Firli Bahuri menilai Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, pada Rabu (20/5/2020) ini sebagai momentum kbangkitan lawan ragam permasalahan bangsa.

 

"Hari ini, Rabu 20 Mei 2020, kita segenap bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Kebangkitan Nasional, dimana lebih dari satu abad yang lalu, founding fathers kita, berhasil membangkitkan kesadaran nasional seluruh elemen bangsa, sebagai Orang Indonesia," tegas Firli Bahuri, Rabu (20/5/2020)..

 

Menurut Firli, Organisasi Boedi Oetomo yang menaungi kaum terdidik kala itu, bangkit melawan penjajahan dengan ide, gagasan dan pikiran tentang pentingnya persatuan, dengan menggelorakan rasa dan perasaan yang sama sebagai bangsa yang satu, bangsa Indonesia, yang sama tertindas, terjajah dan terbelenggu oleh penjajahan di masa itu.

 

Tapi kata dia, peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini, memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana konsistensi sebagai bangsa yang satu, saat ini tengah diuji dengan ragam permasalahan yang seolah datang silih berganti.

 

"Saya percaya dan yakin, ragam persoalan yang mendera negeri ini akan dapat kita hadapi, lalui dan akhiri bersama apabila kita semua, seluruh elemen bangsa, mengimplementasikan esensi nilai-nilai kebangkitan nasional dalam kehidupan sehari-hari," kata Firli optimis.

 

Seperti Pandemi Covid-19, yang kini menjadi permasalahan utama bangsa ini, dan dunia pada umumnya, menurut Firli perlu kesadaran penuh dan rasa solidaritas serta nasionalisme yang tinggi dari seluruh anak bangsa di negeri ini, untuk bangkit, bersatu, bahu-membahu mengentaskan persoalan ini.

 

Di tengah kondisi saat ini, dimana situasi sosial kemasyarakatan rentan terfragmentasi (terpecah-belah) lanjut Firli, hanya dengan semangat kebangkitan nasional yang mana didalamnya terkandung nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme, dapat menyelamatkan rakyat dan bangsa ini.

 

Karena itu kata Firli, dalam pemberantasan korupsi, semangat kebangkitan nasional sangat mutlak diperlukan agar hunusan bilah pedang anti korupsi, dapat melesak masuk ke dalam dan mematikan denyut jantung laten korupsi, yang telah berurat akar di negeri ini.

 

Ia mengakui banyak pelajaran berharga dari esensi Hari Kebangkitan Nasional di masa perjuangan kemerdekaan, masa kini dan masa depan, untuk merespon dinamika serta tantangan kehidupan berbangsa di tanah air, yang terdiri dari beraneka ragam suku, agama dan ras, yang tersebar dari Sabang sampai Marauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

 

Ragam perbedaan itu menurut Firli, bukan menjadi kelemahan, namun justru menjadi kekuatan yang dapat dipersatukan oleh semangat nasionalisme dan patriotisme, yang terkandung dalam Hari Kebangkitan Nasional.

 

Dimana tidak sedikit nilai-nilai dari kebangkitan nasional yang patut untuk diteladani, karena esensinya terbukti dapat mengikuti dan sejalan dengan perkembangan zaman, dari masa ke masa, bagi generasi sebelumnya, generasi masa kini dan generasi yang akan datang.

 

"Selamat merayakan Hari Kebangkitan Nasional, mari bangkit dari segala keterpurukan, bangkit untuk terus maju menyongsong masa depan yang lebih baik lagi, untuk melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, serta memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, sesuai cita-cita didirikannya negara ini," pungkasnya.

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar