Kamala Harris, Bunga Teratai Dari Asia

Kamis, 08 Oktober 2020 | 12:23 WIB
Share Tweet Share

Kamala Harris. [The Washington Post]

Dalam otobiografinya berjudul The Truths We Hold yang terbit tahun 2018, Kamala Harris menjelaskan arti namanya.

 

"Nama saya diucapkan Comma-la, artinya bunga teratai, yang merupakan simbol penting dalam budaya India. Teratai tumbuh di bawah air, bunganya menjulang di atas permukaan, sementara akarnya tertanam kuat di dasar sungai," tulis Calon Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris. Ia akan berpasangan dengan Calon Presiden AS, Joe Biden.

 

Bunga teratai mengingatkan buku karya Ir Soekarno berjudul “Sarinah.” Dalam buku itu, Presiden Soekarno melukiskan kecantikan dan kehebatan perempuan Nippon seperti bunga teratai. 

 

Bung Karno menulis, “Bunga Teratai Nippon yang sesungguhnya ialah wanita Nippon itu. Ditanam di dalam lumpur, tetapi tetap cantik manis, ditumbuhkan di dalam kotoran, tetapi tetap menarik hati!”  

 

Bunga teratai adalah simbol tentang wanita yang kerap dinomorduakan, yang sering didiskriminasi dalam segala sendi kehidupan masyarakat sejak dulu kala. Dan Kamala Harris, calon wakil presiden  AS dari Partai Demokrat, salah satu perempuan yang dilahirkan dari ibu seorang India dan ayah kelahiran Jamaika. Ia kerap merasakan perlakuan diskriminasi dan rasisme di negaranya.

 

Kamala Devi Harris lahir tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland, California, AS. Sebagai anak imigran yang berkulit gelap, Kamala selalu dihadapkan pada masalah rasisme dan diskriminasi bahkan sejak usia taman kanak-kanak. Karena itu, sejak kecil Kamala sudah tertarik terhadap masalah hak-hak warga sipil, khususnya kaum marginal. Setelah memperoleh gelar sarjana dari Howard University dan gelar sarjana hukum dari University of California, dia memulai karier di Kantor Kejaksaan Distrik Alameda County.

 

Kamala sangat cerdas, kariernya bersinar gemilang di California. Sejak 2004 hingga tahun 2011, Kamala ditunjuk menjadi Jaksa Wilayah San Francisco. Saat itu ia memulai program yang memungkinkan para pelaku narkoba pemula untuk memperoleh ijazah sekolah menengah atas dan mendapatkan pekerjaan.

 

Setelah menyelesaikan dua kali masa jabatan sebagai Jaksa Wilayah San Francisco, Kamala terpilih sebagai perempuan Afrika-Amerika pertama sekaligus perempuan pertama yang menjabat sebagai Jaksa Agung California tahun 2011 hingga 2017.

 

Sejak 2017 hingga sekarang dia menjabat sebagai Senator dari Partai Demokrat. Selama masa jabatan kali ini, Kamala memenangkan gugatan sengketa senilai US$ 25 miliar  bagi para pemilik rumah di California yang terkena dampak krisis penyitaan rumah pada masa depresi ekonomi di AS. Dia juga membela undang-undang perubahan iklim California, memperjuangkan UU perawatan kesehatan yang terjangkau, serta mendukung hak-hak LGBTQ dan kesetaraan pernikahan untuk semua warga California.

 

Di kala karier politiknya mencapai puncaknya, Kamala menghadapi situasi yang sangat menyakitkan yakni menguatnya semangat rasisme institusional dan kebrutalan polisi terhadap George Floyd, warga kulit hitam AS, yang mengakibatkan protes massal di Amerika Serikat.  “Tidak ada vaksin untuk rasisme. Kita harus bekerja keras (untuk menghilangkannya),” kata Kamala.

 

Pada 11 Agustus 2020, Joe Biden memilih Haris sebagai wakilnya untuk menghadapi Donald Trump pada pemilu September mendatang. Tim kampanye Joe Biden berharap Kamala dapat menggerakkan para pemilih muda dan orang kulit berwarna di Amerika Serikat agar ikut memilih, terutama setelah berlarutnya protes anti diskriminasi dan rasisme di negeri itu.

 

Kode Rahasia

Setelah ditetapkan menjadi calon wakil presiden, Kamala Harris memilih Pioneer sebagai nama kode Dinas Rahasia atau Secret Service. Nama kode itu sesuai dengan sejarah pencalonannya yakni menjadi perempuan pertama Afro-Amerika yang menjadi calon wakil presiden Amerika Serikat (AS).

 

Dinas Rahasia AS menggunakan kode rahasia untuk presiden, ibu negara dan pejabat tinggi lainnya. Kode rahasia itu untuk tujuan keamanan, khususnya ketika melakukan komunikasi elektronik yang sensitif dan tidak dienkripsi secara rutin. Nama rahasia itu tidak dibuat oleh Dinas Rahasia, tetapi oleh Badan Komunikasi Gedung Putih. Badan inilah yang menyimpan daftar yang dipilih kandidat, dan biasanya kode itu sering kali mewakili kepribadian atau kharakter seseorang.

 

Kata sandi yang baik adalah yang tidak ambigu, mudah diucapkan dan dipahami oleh mereka yang mengirim dan menerima pesanan suara melalui radio atau telepon. Kode ini juga akan dipakai oleh anggota keluarga dimulai dengan huruf yang sama. Nama kode berubah seiring perjalanan waktu untuk tujuan keamanan. 

 

Presiden Donald Trump misalnya menggunakan kode Mogul. Ibu Negara Melanie Trump disebut Muse. Mantan Presiden Barack Obama menggunakan nama Renegade. Michelle Obama memakai Renaissance. Anak-anak Obama yakni Malia memakai Radiance dan Sasha dengan Rosebud.

 

Sandi Pioneer mewakili kepribadian Harris sebagai wanita Afro-Amerika dan Asia Amerika pertama yang dipilih sebagai cawapres. Kedua orang tuanya adalah imigran yang pindah ke AS. Ayah Harris adalah seorang profesor ekonomi berdarah kulit hitam dari Jamaika, sedangkan ibunya ilmuwan kanker payudara yang bermigrasi dari India.

 

Selain itu, Harris juga menjadi wanita ketiga yang menjadi cawapres dalam sejarah Pilpres AS, menyusul langkah anggota DPR dari New York, Geraldine Ferraro pada Pilpres 1984 dan mantan Gubernur Alaska, Sarah Palin pada Pilpres 2008. Jika terpilih, politisi berusia 55 tahun itu akan mencetak sejarah lain yaitu sebagai politisi wanita pertama yang terpilih sebagai wakil presiden, pencapaian yang gagal dicapai oleh Ferraro dan Palin.

 

Pekerja Keras

Kamala Harris berasal dari keluarga pekerja keras, baik di Jamaika maupun di AS. Ibunya, Shyamala Gopalan adalah peneliti kanker yang disegani, dan ayahnya yaitu Donald Harris adalah profesor emeritus di Universitas Stanford yang berasal dari Orange Hill, Jamaika, dan kemudian berimigrasi ke AS. 

 

Orang tua Kamala bertemu dan berkenalan saat berdemonstrasi untuk hak-hak sipil di jalan-jalan di Berkeley, California. Keduanya kemudian menjalin hubungan dan menikah lalu memiliki dua anak perempuan. Namun hubungan Kamala dengan ayahnya merenggang seiring perceraian kedua orang tuanya di tahun 1972. Tetapi Kamala masih sering mengunjungi Jamaika saat masih muda.

 

Di Jamaika sendiri, keluarga Harris memang dikenal sebagai pebisnis dan politisi. Nenek buyut Kamala, yaitu Christiana Brown, semasa hidupnya buka toko di Kota Brown, Jamaika. Toko ini cukup popular di kalangan masyarakat setempat. 

 

Sementara itu, bibi Kamala yaitu Thelma Harris pernah menjabat sebagai anggota dewan kota dari Partai Buruh Jamaika pada tahun 1970-an. Pada masa itu, perempuan masih relatif jarang terlibat dalam politik. Kerabat lainnya juga memegang posisi lokal untuk salah satu partai politik terbesar di Jamaika.

 

Setelah mengikuti karier Kamala selama bertahun-tahun, keluarga besar Harris di Jamaika sangat bergembira atas momen bersejarah saat ini. Mereka berharap dan berdoa agar Kamala terpilih menjadi orang nomor dua di Amerika Serikat. (BBC/CNN/DW)

Editor: Gusti

Tag:

Berita Terkait

Komentar