KH. Said Aqil Siraj, Sosok Panutan yang Selalu Memaafkan Oràng Lain

Sabtu, 04 Juli 2020 | 10:08 WIB
Share Tweet Share

KH. Said Aqil Siraj, Sosok Panutan yang Selalu Memaafkan Oràng Lain

Ketua Unum PBNU KH. Said Aqil Siraj sudah memimpin organisasi keagamaan Islam terbesar dunia itu berlangssung selama sepuluh tahun terakhir ini atau dua periode (2010 -2020). Di Muktamar NU Makassar 2010 beliau terpilih menjadi Ketua Umum Tanfidz bersama KH. A. Sahal Mahfud sebagai Rais Aam PBNU.

Kemudian kembali terpilih menjadi Ketua Umm PBNU bersama KH. Ma'ruf Amin sebagai Rais Aam PBNU di Muktamar NU, Jombang Jawa Timur 2015. Selama itu pula Kang Said sapaan akrab kiai asal Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu, kenyang dengan pujian dan caci-maki. Anehnya kata Ketua Umum Pagar Nusa NU, Muchamad Nabil Haroen (Gus Nabil) kiai Said tak pernah melaporkan kelompok-kelompok yang nyinyir, menghina, caci-maki. bahkan memfitnah, maupun hoaks dan malah memaafkannya.

"Kiai Said gak pernah marah apalagi dendam. Itulah guru dan panutan. Secara pribadi, saya mengawal beliau selama lebih sepuluh tahun. Tapi, dari garis keluarga, persahabatantara keluarga Kiai Said dengan ayahanda dan keluarga saya, sudah berlangsung beberapa dekade. Dan, yang mempertemukan saya, keluarga saya dan Kiai Said adalah jalur ilmu, tradisi mengaji ala santri. Nah, sampai sekarang dan nanti, saya menganggap Kiai Said merupakan mentor, guru, partner diskusi, sekaligus yang selalu membentuk saya dalam doa-doa beliau," demikian Gus Nabil di Hari Ulang Tahun Kiai Said yang ke 67 tahun pada Junat (3/7/2020) ini.

Dalam pandangan anggota Kokisi IX DPR RI FPDI-P itu, Kiai Said Aqil Siroj merupakan sosok sangat teguh dalam prinsip. Beliau dengan gigih membela apa yang diyakininya, meski arus besar publik bersuara sebaliknya. Namun, Kiai Said berani bersuara meyakini pendapatnya, untuk memperjuangkan Islam, menjaga ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah, sekaligus membela toleransi dan mengawal NKRI. 

Meski sering berseberangan dengan pendapat publik, Gus.Nab justru sering melihat pada beberapa waktu atau tahun kemudian, pendapat Kiai Said yang dulunya dianggap kontroversial itu justru menemukan relevansinya di kemudian hari. Bahkan dianggap kebenaran. Inilah menurut Gus Nabil merupakan ketajaman hati, kejernihan nurani, sekaligus insting kepemimpinan Said Aqil di tingkat  nasional, bahkan internasional.

Untuk itu, Gus Nabil selalu berdoa semoga Kiai Said terus sehat, terus mendidik generasi bangsa ini lewat Nahdlatul Ulama, pesatren maupun ruang-ruang lain. Kiai Said menjadi sosok panutan di tengah sedikit tokoh yang berani menyampaikan pendapat dan keteguhan sikap, yang berbeda dengan arus besar publik." Kiai Said sudah melampaui pujian, tepuk tangan dan juga caci maki kebencian. Dari segenap perhatian, gagasan, dan tindakan Kiai Said sepenuhnya merupakan cinta untuk mendidik generasi bangsa, untuk menjaga NKRI kita," tutur Gus Nabil. 

Editor: Munif

Tag:

Berita Terkait

Komentar