Soal Hidup Damai Dengan Covid-19, IMM: Terapkan Hidup Sehat dan Jaga Keseimbangan

Kamis, 21 Mei 2020 | 14:09 WIB
Share Tweet Share

Ketua Umum IMM Najih Prasetyo/Tribunnews.com

JAKARTA, SUARAPEMRED--Pemerintah mewacanakan soal hidup damai dan berdampingan dengan Covid-19. Namun langkah itu harus jelas dan tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. "Pemerintah pusat dan daerah harus segera memastikan Covid 19  berakhir dari Indonesia," kata Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Najih Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/5/2020).

Lebih jauh Najih meminta agar langkah-langkah pemerintah harus terkoordinasi dan terukur. Tentu dengan beragam cara, baik penemuan obat atau upaya membuat virus tidak aktif jika terpapar manusia. "Tidak seperti sekarang ini, masyarakat dibuat pusing atas ketidakpastian," tambahnya.

Menurut Najin, Pemerintah dan segenap kementerian dan lembaga terkait, harus banyak belajar kepada negara yang sukses dalam menghadang Covid-19. Sebagaimana klaim Wuhan yang 0% bebas dari covid 19. "Kiranya pemerintah membuat kebijakan yang memberikam stimulus untuk menyelamatkan UKM dan Koperasi yang ada di Indonesia," terangnya.

Yang jelas, lanjut Putra Kelahiran Lamongan Jawa Timur menjelaskan bahwa hidup damai dalam prespektif Islam itu bisa meminjam hukum Sunnatullah. Hukum Sunatullah ini sejatinya netral, manusialah yang memberi bobot positif dan negatif. 

Misal, api itu netral, menjadi positif jika digunakan untuk memasak, namun menjadi negatif jika digunakan untuk membakar hutan. Prinsip hukum disana menekankan keseimbangan (Al-Mizan)," ungkapnya.

Mantan Ketua umum DPD IMM Jawa Timur periode 2014-2016 ini menambahkan saat manusia mampu memberi keseimbangan dalam segala aspek kehidupan, tentu hidup damai akan terwujud. "Begitu juga 'hidup damai' dengan covid 19 berarti kita menerapkan prinsip-prinsip hidup sehat, menjaga kebersihan, bagian menjaga keseimbangan antara manusia dan virus," pungkasnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan masyarakat harus bisa berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan COVID-19 agar tetap produktif. 

Apalagi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO menyatakan meski kurva kasus positif COVID-19 menurun, virus corona tidak akan hilang. "Sekali lagi kita harus berdampingan hidup dengan covid. Sekali lagi yang penting masyarakat produktif dan aman dari covid," kata Jokowi dalam pernyataan resminya di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.

Namun Jokowi menampik hidup berdampingan dengan COVID-19 sama dengan menyerah melawan penyakit tersebut. Perlawanan terhadap COVID-19 tetap berlangsung dengan mengedepankan protokol kesehatan. 

Menurut dia, pemerintah akan mengatur agar kehidupan masyarakat berangsur-angsur dapat kembali berjalan normal. "Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini. Itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak orang disebut sebagai new normal," tuturnya. ***

Editor: Eko

Tag:

Berita Terkait

Komentar